Sering Dikira Al-Aqsa, Begini Histori dan Pesona Dome of The Rock

Salah satu daya pikat di kompleks Al-Haram Asy-Syarif adalah Dome of The Rock (Kubah Batu). Bangunan dengan kubah emas itu bahkan sering disebut sebagai Masjid Al-Aqsa. Padahal keduanya adalah bangunan berbeda.

Dikutip detikcom dari berbagai sumber, Senin (24/7/2017), Dome of The Rock berada dalam satu kompleks Al-Haram Asy-Syarif. Kaum Yahudi biasa menyebutnya Temple Mount (Gunung Kuil).
Kubah Batu atau yang disebut sebagai Qubbat As-Sakhrah tersebut dibangun pada masa Umayyah, antara tahun 691 dan 715 Masehi.

Yang menarik dan istimewa di sana adalah terdapat batu yang diyakini menjadi tempat pijakan Nabi Muhammad dalam perjalanan Isra Mikraj. Selain itu, bagi umat Yahudi, batu itu disebut sebagai tempat Nabi Ibrahim menyembelih anaknya, Ishak. Diyakini pula tempat tersebut sebagai tempat lahir Nabi Daud.

Dome of The Rock berbentuk oktagonal atau persegi delapan. Struktur bangunan mengambil tradisi arsitektur khas Bizantium pada abad ke-7. Tahapan pembangunan sekaligus menunjukkan gaya arsitektur yang berbeda untuk pembangunan masjid.

Kubah batu tersebut memiliki diameter sekitar 65 kaki atau 20 meter. Di bawah kubah, terdapat batu yang diyakini sebagai pijakan Nabi Muhammad ketika perjalanan Isra Mikraj. Batu tersebut dilindungi oleh pagar dan terdapat tangga yang mengarah ke gua, yang terdapat di bawah permukaan batu.

Gua tersebut dikenal dengan sebutan ‘The Well of Souls’ atau Bir el-Arweh. Banyak orang yang meyakini di tempat ini roh orang yang telah meninggal berkumpul untuk menunggu hari kiamat. Mitos tersebut berkembang dengan pesat di masyarakat.

Di bagian interior dan eksterior dihiasi marmer, mosaik, dan plakat logam. Terdapat pula kaligrafi di sepanjang sisinya. Kemudian pada masa kepemimpinan Ottoman, Dome of The Rock dipercantik. Kubahnya dilapisi emas serta langit-langit segi delapan juga ditutupi ukiran kayu Ottoman.

Bentuk kubah yang menawan menjadikan Dome of The Rock sebagai pelopor penggunaan kubah berbentuk setengah bola. Selain itu, Dome of The Rock menjadi salah satu bangunan dengan kubah terindah di dunia.

Di balik histori dan keindahan, Dome of The Rock turut menjadi saksi konflik dan insiden yang terjadi di kompleks Al-Aqsa. Salah satunya bentrokan yang sepekan ini terjadi. Serangan tersebut dipicu lantaran ada pembatasan beribadah umat Islam di Al-Aqsa oleh pasukan keamanan Israel.

Polisi Israel membatasi orang-orang yang masuk ke kompleks Kota Tua. Mereka melarang orang-orang berusia di bawah 50 tahun. Protes keras pun muncul dan demonstrasi tak terelakkan. Hingga akhirnya bentrokan terjadi di Tepi Barat dan berujung tewasnya 3 warga Palestina.

Sumber : Detik News

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *